
loading…
Simpanan dolar AS di luar negeri (offshore) mencetak rekor baru sebesar seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah krisis akibat konflik di Iran. FOTO/AP
Dikutip dari AA Stock, peningkatan permintaan dolar juga terlihat dari penggunaannya dalam transaksi internasional. Data Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) menunjukkan pangsa dolar dalam pembayaran global naik menjadi 51,1% pada Maret 2026 dari 49,2% pada Februari.
Baca Juga: AS dan Iran yang Perang, Mengapa UEA yang Diserang Teheran?
Konflik geopolitik menjadi salah satu pemicu utama penguatan dolar. Ketegangan meningkat sejak akhir Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, yang kemudian direspons dengan penutupan Selat Hormuz sehingga mengganggu arus energi global.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar dan mendorong negara-negara, terutama produsen minyak di Timur Tengah, meningkatkan permintaan dolar sebagai aset lindung nilai. Eskalasi konflik berlanjut pada awal Mei ketika terjadi insiden militer di kawasan Teluk Persia.
Di tengah kondisi tersebut, indeks dolar AS bergerak stabil dan menunjukkan ketahanan meski masih berada di bawah level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Stabilitas ini didukung oleh arus permintaan global terhadap dolar di tengah ketidakpastian.