Merger Maskapai Dinilai Berisiko, Praktisi Usulkan Aliansi Strategis



loading…

Praktisi aviasi senior dan mantan Vice President Director International Region Garuda Indonesia, Dian Ediono. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Wacana penggabungan tiga maskapai nasional Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air menjadi perhatian kalangan praktisi aviasi. Berbagai potensi dan tantangan dinilai perlu dikaji secara mendalam sebelum rencana merger dilanjutkan.

Salah satu pandangan kritis datang dari praktisi aviasi senior dan mantan Vice President Director International Region Garuda Indonesia, Dian Ediono. Ia menilai pendekatan merger bukanlah solusi terbaik untuk penguatan sektor penerbangan nasional.

“Indonesia adalah negara kepulauan. Konektivitas bukan kemewahan, tapi kebutuhan. Kita tidak bisa menyederhanakan masalah besar dengan solusi instan seperti merger,” ujar Dian dalam keterangannya, Rabu (30/7).

Baca Juga: Urgen, Danantara Kebut Menyusun 22 Program Kerja

Dian yang telah malang melintang selama lebih dari 30 tahun di dunia penerbangan mengusulkan skema alternatif berbentuk aliansi strategis antar maskapai sebagai solusi yang lebih realistis, fleksibel, dan berorientasi jangka panjang.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *