
loading…
Mantan tokoh senior Fatah, Mohammed Dahlan. Foto/nyt
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, yang dikutip i24 News, melaporkan pertemuan tersebut berlangsung di Abu Dhabi dan berfokus pada pengaturan politik dan keamanan terkait masa depan Gaza setelah perang.
Menurut laporan tersebut, pertemuan yang melibatkan tokoh-tokoh yang sensitif secara politik biasanya disampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Shin Bet menolak berkomentar, hanya menyatakan mereka tidak membahas jadwal direkturnya.
Pertemuan yang dilaporkan tersebut terjadi di tengah diskusi regional dan internasional yang sedang berlangsung mengenai pemerintahan pasca-perang di Gaza dan proposal seputar kemungkinan pengaturan politik setelah kampanye militer Israel.
Klaim Dahlan
Dahlan kemudian mengklaim ia menolak mengambil peran pemerintahan resmi. Berbicara kepada Sky News Arabic, Dahlan mengatakan ia menolak “posisi keamanan, eksekutif, atau menteri,” dan sebaliknya menyerukan “rencana aksi internasional yang realistis dan dapat diimplementasikan” yang mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.