
loading…
Pertamina diyakini mampu berperan besar dalam proyek LNG kelas dunia, Blok Masela. Foto/Dok
Proyek ini sempat tertunda selama 28 tahun sejak kontrak bagi hasil pertama kali ditandatangani pada 1998. Setelah penantian panjang itu, Blok Masela memasuki babak baru seiring masuknya PHE dengan hak partisipasi sebesar 20% pada tahun 2023.
Keikutsertaan Pertamina memberikan dorongan terhadap persetujuan revisi Plan of Development (POD) dari Pemerintah pada November 2023. “PHE berpotensi memberi kontribusi besar karena memiliki pengalaman mengelola proyek hulu migas nasional,” kata Sartono kepada media.
Baca Juga: Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Menurut Sartono, kehadiran PHE di Blok Masela memang harus menghasilkan nilai tambah, bukan sekadar kepemilikan saham. Karena itulah, kontribusi PHE yang memiliki hak partisipasi 20% di lapangan abadi tersebut juga harus terukur.
Pada fase konstruksi misalnya, Sartono menyebut, peran besar PHE antara lain dapat dilakukan melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selain itu, juga melalui keterlibatan industri nasional, transfer teknologi, dan pengendalian biaya proyek yang memiliki nilai investasi USD20,94 miliar tersebut.
Harapan besar Sartono terhadap peran PHE, juga karena memiliki SDM yang kompeten. Karena itu, diharapkan PHE mempunyai kemampuan mengembangkan aspek teknis, lingkungan, dan komersial.