
loading…
Raksasa energi asal Negeri Paman Sam teken kesepakatan raksasa senilai USD60 miliar bersama Pemerintah Irak untuk membangun jalur distribusi minyak alternatif yang siap mematikan peran strategis Selat Hormuz. Foto/Dok
Langkah nekat ini diambil guna menyelamatkan rantai pasok energi dunia yang terus dilanda ketidakpastian. Sejak perang bersenjata AS-Iran pecah pada 28 Februari lalu, Iran berulang kali berupaya menutup Selat Hormuz-jalur laut vital yang melayani seperlima konsumsi minyak bumi.
Akibat ketegangan tersebut, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak tajam hampir 5% ke level USD88 per barel. Angka tersebut naik drastis dari posisi USD67 sebelum perang pecah, bahkan sempat menembus rekor USD110 per barel saat kondisi Timur Tengah makin memanas.
Proyek Pipa Raksasa: Menghubungkan Irak, Suriah, hingga Turki
Ambisi besar AS dan Irak ini diresmikan di Gedung Kamar Dagang AS (U.S. Chamber of Commerce). Salah satu pemain utama dalam megaproyek ini adalah raksasa minyak Chevron yang menyepakati tiga perjanjian penting dengan Perdana Menteri Irak, Ali Falah al-Zaidi.
Baca Juga: Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Dua kesepakatan berfokus pada peningkatatan produksi minyak mentah, sedangkan kesepakatan ketiga menitikberatkan pada pembangunan jaringan pipa darat raksasa.