
loading…
Raksasa ritel global, 7-Eleven baru saja mengumumkan keputusan mengejutkan. Sebanyak 645 lokasi toko akan ditutup secara permanen sepanjang tahun fiskal 2026. Foto/Dok
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar-besaran yang mengubah identitas 7-Eleven dari sekadar tempat singgah menjadi destinasi kuliner. Bukan karena menyerah, perusahaan justru sedang melakukan cuci gudang toko yang tidak produktif untuk digantikan dengan format toko raksasa yang lebih futuristik dan kaya akan pilihan makanan.
Jaringan ini diperkirakan akan membuka 122 toko tahun ini sambil menutup 373, kemudian meningkatkan jumlah pembukaan tahun depan dengan 205 toko baru dan 645 penutupan. Semua itu sambil merencanakan ekspansi 500 toko antara 2025 dan 2027.
Baca Juga: Minimarket, Warung, dan Emosi yang Perlu Didisiplinkan
Tren belanja konsumen dunia mulai bergeser, dimana pelanggan kini tidak lagi mencari rokok -yang penjualannya anjlok 26% sejak 2019- melainkan makanan siap saji berkualitas tinggi. 7-Eleven kini berambisi menyaingi jaringan populer seperti Wawa dan Buc-ee’s dengan mengusung konsep food-forward.
“Toko format baru ini memberikan hasil nyata, dengan rata-rata penjualan harian 18% lebih tinggi dibandingkan toko standar kami,” ungkap Presiden 7-Eleven, Stan Reynolds dalam laporan pendapatan terbarunya seperti dilansir NY Post.