
loading…
Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengingatkan pentingnya memperhatikan usia galon guna ulang. FOTO/dok.SindoNews
“Ini menunjukkan tingginya kesadaran konsumen namun masih minimnya pengetahuan, menunjukkan lemahnya edukasi produsen,” ujar Ketua KKI, David Tobing seperti dikutip, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Mayoritas Konsumen Keluhkan Bahaya Galon Tua, KKI: 92 Juta Penduduk Terancam BPA
Berdasarkan data BPS, 34% rumah tangga Indonesia menggunakan air galon sebagai sumber utama. Dengan estimasi sekitar 100 juta orang mengonsumsinya setiap hari, isu ini menjadi signifikan. David menyoroti tidak adanya informasi masa pakai pada galon. “Di galon itu enggak ada berapa lama masa pakainya, yang tertera hanya kode produksi. Nah inilah yang saya katakan sebagai kekosongan regulasi masa pakai,” kata David.
Akibatnya, konsumen terus menerima galon lama tanpa menyadari risikonya. Sebanyak 92% laporan menunjukkan konsumen masih menerima galon berusia lebih dari satu tahun. KKI memverifikasi usia galon melalui foto yang wajib dilampirkan. Bahkan, ditemukan galon berusia hingga 11 tahun. “Ada yang usianya 11 tahun. Di beberapa daerah sekitar Jakarta itu galon-galon memang usianya banyak yang 5 tahunan ke atas,” ungkapnya.
Kondisi fisik galon juga menjadi perhatian. Sebanyak 30% dilaporkan kotor atau berlumut, dan 18% retak atau tergores. “Semakin tua usia galon semakin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik, kotor, kusam, dan retak. Nah ini mendominasi laporan konsumen,” kata David.