
loading…
Maskapai regional China, Joy Air, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah menghentikan seluruh operasional penerbangan sejak akhir April 2026. FOTO/Wikipedia
Maskapai yang berbasis di Xi’an tersebut kini memasuki tahap awal restrukturisasi, di tengah tekanan finansial yang semakin berat akibat utang dan penurunan jumlah penumpang.
“Joy Air telah membatalkan seluruh penerbangan sejak 27 April dan belum mampu memenuhi sejumlah tenggat waktu untuk kembali beroperasi,” demikian laporan terbaru terkait kondisi maskapai tersebut dikutip dari The Street, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Didirikan pada 2008, Joy Air sebelumnya melayani rute domestik ke berbagai kota seperti Tianjin, Harbin, dan Changsha. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan mengalihkan fokus ke rute menuju kota-kota besar di China akibat menurunnya permintaan perjalanan ke wilayah regional.
Maskapai ini tercatat memiliki armada yang terdiri dari tiga unit Boeing 737-800 dan 22 pesawat turboprop Xi’An MA60. Kendati demikian, perubahan strategi rute tidak mampu menahan tekanan finansial yang terus meningkat.