
loading…
Kurangnya pemahaman terhadap struktur biaya pinjaman berpotensi menimbulkan beban finansial yang tidak terduga. FOTO/dok.SindoNews
Di tengah tren tersebut, pelaku industri menekankan pentingnya transparansi informasi agar pengguna tidak hanya berfokus pada suku bunga, tetapi juga memahami keseluruhan komponen biaya pinjaman.
“Informasi yang jelas dan transparan wajib dihadirkan penyedia layanan untuk memastikan kenyamanan pengguna dalam mengakses layanan pindar,” ujar Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, Jonathan Christianto, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Pinjol Jadi Favorit Warga RI, Pendanaan Tembus Rp92,92 Triliun
Menurutnya, pemahaman terhadap rincian biaya seperti administrasi, layanan, hingga total cicilan selama tenor akan membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan sesuai kemampuan.
Sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan, SPinjam meluncurkan kampanye “Jelas Tanpa Jebakan” yang menekankan keterbukaan informasi biaya pinjaman. Program ini mengajak masyarakat memahami komponen pinjaman secara menyeluruh sebelum mengajukan pembiayaan.