Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC



loading…

Tekanan UEA kepada OPEC terkait pembatasan produksi minyak mentah, sedikit banyak memperburuk hubungannya dengan Arab Saudi. Foto/Dok

JAKARTA – Dunia dikejutkan oleh keputusan Uni Emirat Arab (UEA) yang resmi menyatakan keluar dari keanggotaan OPEC pada 28 April 2026. Langkah ini mengakhiri aliansi selama hampir 60 tahun dan mengguncang pasar minyak global.

Ekonom ternama dari Johns Hopkins University, Steve Hanke menyebut fenomena ini dengan istilah yang sangat provokatif: “Take the money and run” (Ambil uangnya dan lari). Menurutnya, UEA tidak lagi bisa berkompromi dengan kuota produksi OPEC di tengah ancaman kehancuran infrastruktur akibat perang.

“Awalnya, sebagian OPEC menghalangi. Sekarang perang di Iran menimbulkan bahaya jauh lebih besar untuk waktu yang lama ke depan,” bebernya.

Baca Juga: UEA Keluar dari OPEC, Guncang Pasar Energi Global

Dalam pengumuman resminya kepada publik, UEA memang tidak menyebutkan soal konflik Teluk. Namun dalam siaran persnya menyatakan: “Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UAE serta profil energi yang berkembang, termasuk percepatan investasi dalam produksi energi domestik.”

Tercantum juga konfirmasi bahwa UAE berupaya meningkatkan produksi melampaui pembatasan yang dilakukan OPEC. Hal ini disampaikan dengan nada merendah, demi menghindari kepanikan di pasar minyak.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *