
loading…
AS dan Iran hanya perang kata-kata semata. Foto/X/CENTCOM
Ketika ditanya tentang prospek kembalinya perang, Trump mengatakan bahwa jika Iran “berperilaku buruk” atau melakukan “sesuatu yang buruk” ada “kemungkinan itu bisa terjadi”. Tetapi saat ini, “kita lihat saja nanti,” katanya.
Trump menambahkan bahwa AS “berkinerja sangat baik” dalam hubungannya dengan Iran dan bahwa Teheran ingin membuat kesepakatan karena mereka “hancur lebur”.
“Mereka kesulitan mencari tahu siapa pemimpin mereka, mereka tidak tahu siapa pemimpin mereka,” kata Trump, menambahkan bahwa mantan pemimpin mereka Ali Khamenei “sudah tiada”.
Merujuk pada rencana 14 poin yang diusulkan Iran, Trump berkata: “Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata yang tepat sekarang.”
AS dan Iran Hanya Perang Kata-kata, Pakar: Mereka Hanya Bersikap Pura-pura di Depan Publik
1. Tidak Mau Serius Bernegosiasi
Alex Vatanka, seorang peneliti senior di Middle East Institute dan penulis buku The Battle of the Ayatollahs in Iran, mengatakan negosiasi antara AS dan Iran terhenti karena kedua pihak hanya bersikap pura-pura di depan publik daripada terlibat secara serius.
“Pada dasarnya, keduanya sedang bermain perang kata-kata. Mereka perlu lebih serius,” kata Vatanka kepada Al Jazeera.