Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia



loading…

Athena meminta pengecualian terhadap larangan pengangkutan LNG dari Rusia. FOTO/FT

BRUSSEL – Persatuan Uni Eropa (UE) dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan setelah enam negara anggota menolak paket sanksi ekonomi terbaru yang dinilai berpotensi merugikan industri nasional mereka. Penolakan tersebut mengancam pengesahan paket sanksi ke-21 yang selama ini menjadi bagian dari strategi bersama UE dalam mendukung Ukraina.

“Di meja perundingan, imperatif moral semakin kurang berfungsi. Seluruh ibu kota negara anggota menyetujui retorika tegas dan pembicaraan soal solidaritas, namun semuanya lenyap saat dihadapkan pada kepentingan ekonomi,” ujar seorang diplomat UE yang terlibat dalam negosiasi di Brussel, seperti dikutip Financial Times, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya

Enam negara yang keberatan terhadap paket sanksi baru tersebut adalah Yunani, Prancis, Italia, Jerman, Austria, dan Portugal. Penolakan itu memicu kebuntuan dalam pembahasan selama empat hari di tingkat duta besar negara-negara anggota UE di Brussel.

Paket sanksi baru tersebut mencakup pembatasan ekspor, sektor keuangan, serta mekanisme pembatasan harga minyak mentah Rusia. Namun, aturan UE mengharuskan seluruh keputusan terkait sanksi disetujui secara bulat sehingga penolakan sejumlah negara otomatis menunda implementasi paket tersebut.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *