Efek Kenaikan Harga BBM, Biaya Bongkar Muat Pelabuhan Terancam Melonjak 25%



loading…

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui cucu usahanya PTP Nonpetikemas sedang membahas kajian rencana kenaikan biaya bongkar muat. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui cucu usahanya PTP Nonpetikemas sedang membahas kajian rencana kenaikan biaya bongkar muat, dalam melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga BBM.

Direktur Komersial & Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas Dwi Rahmad Toto mengaku kenaikan harga BBM industri yang saat ini terjadi membuat biaya operasional perusahaan membengkak. Sebab sebagian alat berat masih menggunakan tenaga penggerak fosil.

“(Konflik) Iran, Israel, dan Amerika ini tidak terlalu signifikan sebetulnya ya. Tapi ini mulai terasa nih, karena dampaknya BBM mulai naik ya. Operasional cost kita meningkat, BBM yang tadinya di bawah ini itu sudah dua kali lipat,” ujarnya dalam acara Port Visit PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Saat Harga Energi Melonjak, Kelas Menengah Menanggung Beban Terpanjang

Selain itu, Toto mengatakan vendor pemilik alat bongkar muat yang mengoperasikan di pelabuhan juga menuntut penyesuaian harga. Karena kondisi tersebut jika berlangsung dalam jangka panjang tentu berdampak terhadap arus kas perusahaan. “Jadi memang kalau dioperasional pasti terasa, tapi kita sedang mengkaji dampak secara korporasi secara keseluruhan,” katanya.

Ia mengaku saat ini pihaknya melakukan kajian internal wacana kenaikan biaya bongkar muat, sebelum hasil kajian tersebut diberikan kepada pemerintah untuk mendapatkan pertimbangan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *