
loading…
Industri food & beverage (F&B) nasional menunjukkan pertumbuhan positif seiring pemulihan sektor pariwisata. FOTO/dok.SindoNews
“Jika dibandingkan dengan kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, tingkat penetrasi brand F&B tertentu di Bali masih belum terlalu padat. Artinya, peluang untuk masuk dan berkembang masih sangat terbuka,” ujar Franchise Manager Bingxue Indonesia, Andrew dalam keterangan pers, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga: IFBC Palembang 2026, Bingxue Indonesia Tawarkan Franchise Es Krim dan Minuman
Pulau Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga berkembang menjadi pusat gaya hidup dengan tingkat konsumsi yang tinggi, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha F&B untuk memperluas jaringan bisnisnya.
Andrew menilai kombinasi arus wisatawan yang stabil sepanjang tahun dan karakter konsumen yang terbuka terhadap tren baru menjadi faktor utama yang mendorong tingginya potensi omzet di Bali. Selain itu, eksposur merek juga dinilai lebih kuat karena didukung ekosistem pariwisata dan media sosial.
Tren tersebut turut mendorong meningkatnya minat pelaku usaha untuk membuka bisnis F&B berbasis kemitraan atau franchise. Model ini dianggap lebih efisien karena menawarkan sistem operasional yang telah teruji serta dukungan merek yang sudah dikenal pasar.