
loading…
Para pemimpin Asia Tenggara bertemu saat KTT ASEAN di Manila, Filipina. Foto/manila bulletin
Berbicara pada pembukaan pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada hari Jumat (8/5/2026), Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan perang Amerika Serikat-Israel di Iran telah dirasakan “melalui biaya hidup yang lebih tinggi” dan “ancaman terhadap mata pencaharian” baik di “tanah air kita maupun di antara warga negara kita di Timur Tengah”.
Marcos mengatakan ASEAN, blok beranggotakan 11 negara yang meliputi Filipina, Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia, harus “memperkuat koordinasi” dan “mengejar langkah-langkah kolektif praktis untuk menjaga pasokan energi yang stabil dan meningkatkan interkonektivitas”.
Asia Tenggara termasuk di antara wilayah yang paling terdampak oleh konflik dan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang telah memblokir sebagian besar pasokan minyak dan gas alam di wilayah tersebut.
ASEAN, yang anggotanya mewakili lebih dari 700 juta orang, akan mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan pembukaan kembali selat dan peningkatan komunikasi serta koordinasi krisis, menurut draf yang bocor yang dilihat beberapa media, termasuk Associated Press dan Channel News Asia.
Pernyataan blok tersebut juga akan fokus pada bagaimana negara-negara anggota dapat bekerja sama dalam hal keamanan energi dan pangan, menurut draf tersebut.
Filipina telah mendorong anggota ASEAN untuk menandatangani perjanjian berbagi energi sukarela untuk mengatasi gangguan pasokan seperti yang terkait dengan perang Iran, serta mendorong pembentukan jaringan listrik ASEAN untuk mengintegrasikan jaringan listrik kawasan pada tahun 2045.