
loading…
Pangeran Turki al-Faisal angkat bicara soal alasan Kerajaan Arab Saudi tolak gabung perang AS-Israel melawan Iran. Foto/Arab News
Pangeran Turki—yang memimpin dinas intelijen Arab Saudi selama lebih dari dua dekade—membeberkan alasan tersebut dalam artikel di Arab News, media milik pemerintah kerajaan.
Baca Juga: Jadi Sekutu Israel, Uni Emirat Arab Diam-diam Serang Iran
Dia mengatakan bahwa Riyadh, yang dipimpin oleh pemimpin de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), telah bekerja keras untuk menyelesaikan perang tersebut secara diplomatis. “Yang awalnya telah diupayakan untuk dicegah,” tulis dia.
“Ketika Iran dan pihak lain mencoba menyeret Kerajaan ke dalam kancah kehancuran, kepemimpinan kami memilih untuk menanggung penderitaan yang disebabkan oleh tetangga demi melindungi nyawa dan harta benda warganya,” lanjut Pangeran Turki.
Dia menambahkan bahwa jika Kerajaan Arab Saudi ingin menanggapi Teheran dengan serangan terhadap fasilitas dan kepentingannya, mereka dapat melakukannya, tetapi hasilnya akan berupa kehancuran lebih lanjut terhadap fasilitas minyak dan pabrik desalinasi Saudi.