
loading…
Jalur lintasan drone Iran saat terbang di atas kapal induk AS USS Abraham Lincoln. Foto/x
Menurut NOTAM tersebut, pasukan Iran akan melakukan latihan tembakan langsung antara 27 Januari dan 29 Januari dalam radius lima mil laut di sekitar Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis. Pemberitahuan tersebut menyatakan wilayah udara dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki akan dibatasi dan dianggap berbahaya selama latihan berlangsung.
Selat Hormuz adalah salah satu titik rawan maritim paling penting di dunia, dengan sekitar 21 juta barel minyak melewatinya setiap hari, mewakili hampir 37 persen perdagangan minyak melalui laut global, menurut data energi dan pengiriman yang dikutip media Iran.
Latihan Militer AS dan Pengerahan Regional
Peringatan wilayah udara Iran muncul bersamaan dengan pengumuman Komando Pusat Angkatan Udara AS (AFCENT) tentang latihan kesiapan multi-hari di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS. Latihan ini bertujuan mendemonstrasikan kemampuan pengerahan dan dukungan cepat di tengah apa yang digambarkan pejabat AS sebagai meningkatnya ketidakstabilan regional.
Pada saat yang sama, Amerika Serikat telah secara signifikan memperluas jejak militernya di kawasan tersebut. Kapal induk USS Abraham Lincoln, yang didampingi beberapa kapal perusak rudal berpemandu yang mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk, telah memasuki perairan Timur Tengah, menurut laporan media AS dan Israel.