Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status ‘Mitra Lemah’



loading…

Legislator Yunani mengkritik kerja sama negaranya dengan China karena terkesan hanya menguntungkan Beijing dan memposisikan Yunani sebagai mitra lemah. Foto/VCG/via CGTN

JAKARTA – Anggota Parlemen Yunani dari Partai NIKI, Spyros Tsironis, mengkritik perjanjian kerja sama perlindungan warisan budaya bawah laut antara Yunani dan China. Dia menegaskan Yunani tidak boleh diposisikan sebagai “mitra lemah” dalam hubungan bilateral dengan Beijing.

Kritik tersebut disampaikan Tsironis dalam sidang parlemen yang membahas ratifikasi perjanjian antara Kementerian Kebudayaan Yunani dan National Administration of Cultural Heritage China.

Baca Juga: Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang

Meski mengakui Yunani dan China sama-sama memiliki warisan sejarah dan budaya yang kaya, Tsironis menegaskan setiap bentuk kerja sama harus didasarkan pada asas timbal balik, transparansi, serta memberikan manfaat yang jelas bagi Yunani.

Menurutnya, isi perjanjian masih terlalu umum dan tidak memuat target maupun komitmen yang konkret.

Dia menyebut dokumen tersebut lebih menyerupai “deklarasi niat” daripada kesepakatan yang benar-benar memberikan langkah nyata bagi kedua negara.

Salah satu poin yang disoroti Tsironis adalah Pasal 7 yang membuka peluang pendirian Institut Arkeologi China di Yunani.

Dia mempertanyakan alasan Yunani harus menanggung biaya operasional lembaga asing tersebut tanpa adanya institusi Yunani yang memperoleh perlakuan serupa di China.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *