
loading…
Jaring pelindung jadi senjata paling populer menangkal drone Rusia. Foto/X/@TheDeadDistrict
Seluruh kota Izium diselimuti jaring anti-drone.
“Aneh rasanya tiba-tiba melihat mereka muncul di kota besar,” kata Andriy, seorang tentara yang ditempatkan di sini dan tidak diizinkan menyebutkan nama belakangnya. “Saya pikir ini agak menyedihkan.”
Drone FPV yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan kamera untuk membidik targetnya, dan kabel serat optik yang hampir tak terlihat yang terpasang untuk tujuan navigasi membuat mereka tidak dapat diganggu. Drone FPV telah sepenuhnya mengubah peperangan. Mereka telah menjadikan seluruh garis depan sebagai apa yang disebut komandan sebagai “zona pembunuhan,” area seluas 25 kilometer (15 mil) di mana tidak ada yang bergerak dan tidak ada tentara atau kendaraan yang berani pergi kecuali di bawah naungan awan.
Menurut militer Ukraina, hingga 80% korban di garis depan sekarang disebabkan oleh drone FPV, yang dapat terbang hingga 15 mil.
Jaring Pelindung Jadi Senjata Paling Populer Menangkal Drone Rusia di Perang Ukraina
1. Teknik yang Sederhana, tapi Efektif
Untuk mengubah angka-angka tersebut, para pemimpin militer Ukraina menggunakan teknik yang sangat sederhana: jaring drone nilon yang kuat yang menghentikan drone dari menukik ke arah mobil dan orang-orang, karena baling-balingnya tersangkut di dalamnya.
Jaring-jaring di sepanjang jalan kota di Izium, Ukraina, di depan sebuah bangunan yang telah dihancurkan oleh serangan Rusia.