
loading…
Kapal-kapal berada di Selat Hormuz. Foto/anadolu
“Pengendalian cerdas atas Selat Hormuz akan dilakukan dengan otoritas, dan orang asing yang jahat tidak akan memiliki tempat di Teluk Persia dan Selat Hormuz,” tegas pernyataan IRGC.
Sementara itu, 2 kapal tanker yang membawa produk minyak telah keluar dari Selat Hormuz selama seminggu terakhir sementara satu kapal pengangkut gas alam cair (LNG) telah memuat kargo di Uni Emirat Arab. Data pelayaran menunjukkan hal itu.
Beberapa kapal tanker telah berhasil meninggalkan Teluk dalam sebulan terakhir, tetapi aliran minyak dan LNG masih sangat dibatasi oleh perang AS-Israel terhadap Iran.
Kapal tanker Aframax Cy Victorious, yang membawa setidaknya 80.000 ton (508.000 barel) bahan bakar minyak mentah bersulfur tinggi, keluar dari selat pada hari Sabtu, menurut data dari Kpler dan LSEG.
Kapal tersebut terakhir kali memuat di pelabuhan Khor al Zubair, Irak, pada awal April dan diperkirakan akan mencapai Malaysia pada paruh kedua Juni.
Kapal tanker Long-Range 2 lainnya, Sti Elysees, yang memuat produk bersih dari Kuwait pada akhir Februari, keluar dari selat pada hari Jumat. Tujuannya tidak jelas.