Iran Tuntut Negosiasi Adil, Kaitkan Pencabutan Sanksi dengan Perundingan



loading…

Warga melintasi spanduk di Iran. Foto/iranintl.com

TEHERAN – Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan digelar di Oman pada Jumat (6/2/2026). Meski demikian, taruhannya tinggi dan kesenjangan antara Teheran dan Washington tetap signifikan.

AS ingin Iran membatasi kemampuan rudal balistiknya yang membuat Israel dan pangkalan militer AS di kawasan itu tetap dalam jangkauan. Iran mengatakan rudal-rudal ini adalah bagian dari kemampuan pertahanan negara, merujuk pada serangan Israel pada bulan Juni yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran.

Washington ingin Iran berhenti mendukung sekutu non-negara di seluruh kawasan, tuntutan yang didukung oleh Israel dan beberapa pemerintah Arab.

Iran menolak argumen bahwa mendukung apa yang disebutnya sebagai “poros perlawanan” adalah tindakan yang mengacaukan kawasan.

Kemudian ada program ruang angkasa strategis Iran yang bertugas mencapai kemandirian dalam desain dan komunikasi satelit. AS, Israel, dan pemerintah Barat lainnya telah menyuarakan kekhawatiran tentang hal ini dan meningkatnya kerja sama antara Iran dan Rusia.

Teheran mengatakan pembicaraan harus adil dan harus mencakup pencabutan sanksi, yang telah menghancurkan ekonominya.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan telah terjadi “komunikasi intensif” antara menteri luar negeri Mesir dan para menteri luar negeri Qatar, Iran, dan Oman, serta utusan khusus AS Witkoff untuk mendorong negosiasi menjelang pertemuan hari Jumat.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *