
loading…
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya sedang berperang skala penuh dengan Amerika Serikat. Foto/Mehr News Agency
Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.
Baca Juga: Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian dalam pernyataan yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran, yang dikutip AFP, Selasa (21/7/2026).
“Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini,” lanjut Presiden Pezeshkian.
Komentarnya muncul setelah media pemerintah dan otoritas lokal melaporkan serangan AS pada hari Senin di utara dan tengah negara itu, lebih jauh dari daerah di dekat jalur perairan Selat Hormuz yang diblokade, yang sebelum perang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.
Perang Timur Tengah kembali berkobar setelah jeda beberapa minggu—berkat kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni—, dan harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam satu bulan karena kedua pihak bertikai memperebutkan kendali Selat Hormuz yang vital.
Ketika gencatan senjata dengan AS runtuh, Teheran memberlakukan kembali blokade jalur perairan tersebut, sementara Washington membalas dengan kembali memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.