Buka dan Tutup Selat Hormuz Ditentukan di Medan Perang!



loading…

Iran ungkap buka dan tutup Selat Hormuz ditentukan di medan perang, bukan di media sosial. Foto/X/@SputnikInt

TEHERAN – Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Qalibaf secara tegas membantah klaim palsu berturut-turut yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump mengenai Selat Hormuz dan aturan yang ditetapkan oleh Republik Islam mengenai transit melalui jalur air strategis tersebut.

Dalam sebuah unggahan di X pada hari Jumat, Mohammad-Baqer Qalibaf menulis, “Presiden AS membuat tujuh klaim dalam rentang waktu satu jam, dan ketujuh klaim tersebut salah.”

Sebelumnya, Trump telah menggunakan platform Truth Social miliknya, menuduh bahwa Iran telah “setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi.” Ia juga mengklaim bahwa “blokade angkatan laut Amerika Serikat akan tetap berlaku sepenuhnya, hanya untuk Iran, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100%.” Trump juga mengatakan bahwa negosiasi gencatan senjata “seharusnya berjalan sangat cepat karena sebagian besar poin sudah dinegosiasikan.”

Namun, Qalibaf menegaskan bahwa “jika blokade berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka.”

Ia juga menggarisbawahi, “Pelayaran melalui Selat Hormuz akan dilakukan berdasarkan ‘rute yang ditentukan’ dan dengan ‘otorisasi Iran’.”



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *