
loading…
Rusia memiliki kemampuan drone yang semakin canggih. Foto/Vadim Savitsky/Ministry of Defence of the Russian Federation
Generasi baru pesawat militer tak berawak ini mampu mengidentifikasi dan menyerang target, serta mengoordinasikan serangan tanpa campur tangan manusia.
Parade militer di Beijing September lalu yang menampilkan sejumlah drone otonom membuat para pejabat Pentagon percaya bahwa “program Amerika untuk drone tempur tak berawak tertinggal dari China,” lapor NYT.
Surat kabar tersebut mengutip sumber pertahanan AS yang mengatakan Rusia juga “dianggap lebih maju dalam membangun fasilitas yang dapat memproduksi drone canggih,” menggunakan medan perang Ukraina untuk “menguji dan menyempurnakannya.”
Beijing telah mengejar “fusi sipil-militer,” yang melibatkan perusahaan teknologi komersial dan perusahaan rintisan dalam “pengadaan militer, penelitian bersama, dan pekerjaan lain dengan lembaga pertahanan,” lapor media tersebut.