
loading…
Erebus, gunung berapi di Antartika yang muntahkan emas setiap hari. Foto/USGS
Namanya Gunung Erebus. Berdiri setinggi 3.794 meter di Pulau Ross, Antartika, Erebus bukan sekadar gunung berapi aktif paling selatan di Bumi. Ia juga menjadi satu-satunya gunung berapi yang diketahui secara ilmiah melepaskan partikel emas metalik ke atmosfer secara terus-menerus.
Baca Juga: Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Fenomena ini terdengar seperti cerita fiksi ilmiah. Namun justru telah dibuktikan oleh penelitian para ilmuwan sejak awal 1990-an.
Emas Terbang Bersama Asap
Ketika mendengar gunung berapi memuntahkan emas, yang dibayangankan mungkin adalah bongkahan logam mulia yang menggelinding keluar bersama lava. Kenyataannya jauh lebih menakjubkan.
Yang dilepaskan Gunung Erebus bukan bongkahan emas, melainkan partikel emas mikroskopis berukuran sekitar 20–60 mikrometer—lebih tipis daripada sehelai rambut manusia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters pada 1991 menemukan bahwa emas tersebut terbentuk ketika uap emas yang keluar bersama gas vulkanik mendingin sangat cepat di udara Antartika yang membeku, lalu mengembun menjadi kristal-kristal emas murni.
Para ilmuwan, seperti dikutip The Times, memperkirakan Gunung Erebus mengeluarkan sekitar 80 gram emas setiap hari dalam bentuk partikel halus.