6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia



loading…

NATO masih menjadi aliansi militer paling tangguh di dunia. Foto/X

ANKARA – 32 negara anggota aliansi ini memiliki lebih dari 3,3 juta pasukan aktif dan menghabiskan lebih dari USD1,6 triliun setiap tahun untuk pertahanan, yang mewakili sekitar 55% dari pengeluaran militer global.

KTT Ankara 2026 akan menjadi KTT NATO kedua yang diselenggarakan oleh Turki, setelah pertemuan Istanbul 2004. Agenda utama meliputi bantuan lebih lanjut kepada Ukraina, peta jalan pengeluaran pertahanan, dan arah jangka panjang aliansi.

KTT ini diselenggarakan di tengah tekanan internal yang signifikan. Sejak terpilihnya kembali Presiden AS Donald Trump pada tahun 2024, aliansi tersebut menghadapi keretakan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Washington dan sebagian besar sekutu lainnya. Pada Maret 2026, Trump menyebut sekutu NATO sebagai “pengecut” karena menolak untuk mendukung upaya membuka kembali Selat Hormuz selama serangan Israel-AS terhadap Iran, dan menyebut aliansi tersebut sebagai “macan kertas” yang tidak akan efektif tanpa keterlibatan AS.

Bagaimana ketegangan tersebut membentuk hasil KTT Ankara mungkin menjadi pertanyaan utama ketika para pemimpin berkumpul pada 7 Juli.

6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia

1. Terus Berekspansi?

NATO, Organisasi Pakta Atlantik Utara, didirikan pada 4 April 1949, di Washington, D.C., ketika 12 negara menandatangani Perjanjian Atlantik Utara.

Berkantor pusat di Brussels, Belgia, aliansi ini mengikat Amerika Utara dan Eropa di bawah komitmen untuk pertahanan kolektif. Landasan operasionalnya adalah Pasal 5 dari Perjanjian Washington: serangan bersenjata terhadap satu anggota diperlakukan sebagai serangan terhadap semua anggota.

Ke-12 negara pendiri adalah Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Islandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Sejak itu, NATO telah berkembang melalui 10 putaran perluasan.

Ekspansi pertama dimulai dengan bergabungnya Yunani dan Turki pada tahun 1952, diikuti oleh Jerman Barat pada tahun 1955 dan Spanyol pada tahun 1982. Setelah runtuhnya Uni Soviet, aliansi tersebut mengalami pergeseran dramatis ke arah timur. Ceko, Hongaria, dan Polandia bergabung pada tahun 1999, diikuti oleh gelombang tahun 2004 yang membawa masuk Bulgaria, Estonia, Latvia, Lituania, Rumania, Slovakia, dan Slovenia, menjadikannya perluasan tunggal terbesar dalam sejarah NATO.

Integrasi berlanjut di Balkan dengan bergabungnya Albania dan Kroasia pada tahun 2009, Montenegro pada tahun 2017, dan Makedonia Utara pada tahun 2020.

Anggota baru yang bergabung adalah Finlandia pada tahun 2023, dan Swedia menjadi anggota ke-32 pada tahun 2024. Kedua keanggotaan tersebut dipicu langsung oleh perang Rusia di Ukraina pada Februari 2022. Bergabungnya Finlandia saja memperluas perbatasan darat langsung NATO dengan Rusia sejauh 1.340 kilometer (sekitar 832 mil) dalam semalam.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *