
loading…
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. Foto/pc
Vance mengatakan Washington telah mengkonfirmasi individu-individu dalam sistem politik Israel berupaya mempertahankan konfrontasi militer tanpa batas waktu.
“Ada beberapa orang dalam sistem mereka, kita tahu tanpa keraguan sedikit pun, yang memanipulasi dan mencoba mengubah opini publik Amerika untuk mempertahankan perang tanpa batas waktu,” kata Vance.
Ia berpendapat mereka yang terlibat tidak menganjurkan aksi militer berkelanjutan untuk mengejar tujuan yang jelas, tetapi malah berupaya memperpanjang perang tanpa titik akhir.
Tuduhan tersebut menandai kritik publik yang luar biasa langsung terhadap Israel oleh seorang anggota senior pemerintahan Trump dan menyoroti meningkatnya ketegangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai masa depan perang dan kemungkinan negosiasi ulang dengan Teheran.
Vance memainkan peran sentral dalam menegosiasikan kerangka gencatan senjata sementara yang dicapai dengan Iran bulan lalu dan telah berulang kali membela diplomasi sebagai satu-satunya cara yang layak untuk mengakhiri konfrontasi.
Menurut Wall Street Journal, Israel telah mengalokasikan ratusan juta dolar untuk memperkuat dukungan bagi kampanye militernya di Amerika Serikat dan meningkatkan citra internasionalnya.
Di antara upaya tersebut adalah kontrak lobi senilai USD45 juta yang dilaporkan diberikan kepada mantan manajer kampanye Trump.
Vance merujuk pada laporan yang menunjukkan sebagian dana tersebut telah sampai ke influencer online yang kemudian menyerangnya dan perjanjian gencatan senjata.