Apa Arti ‘Las Malvinas Son Argentinas’? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun



loading…

Slogan Las Malvinas Son Argentinas dikibarkan saat pertandingan Piala Dunia 2026. Foto/istimewa

BUENOS AIRES – Selebrasi para pemain Timnas Argentina usai menyingkirkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 menarik perhatian dunia. Bukan hanya karena kemenangan 2-1 yang mengantarkan Albiceleste ke partai final, tetapi juga karena para pemain membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas Son Argentinas”.

Bagi sebagian penonton, kalimat tersebut mungkin hanya terlihat sebagai ungkapan kebanggaan nasional. Namun bagi Argentina dan Inggris, slogan itu memiliki makna yang jauh lebih dalam karena berkaitan dengan sengketa Kepulauan Malvinas atau yang dikenal di Inggris sebagai Falkland Islands.

Lantas, apa sebenarnya arti “Las Malvinas Son Argentinas” dan mengapa kalimat tersebut begitu sensitif?

Arti “Las Malvinas Son Argentinas”

Secara harfiah, “Las Malvinas Son Argentinas” berarti “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.”
Kalimat ini merupakan slogan nasional yang telah digunakan selama puluhan tahun oleh pemerintah Argentina, institusi pendidikan, organisasi veteran perang, hingga masyarakat umum untuk menegaskan klaim bahwa Kepulauan Malvinas merupakan bagian sah dari wilayah Argentina.

Bahkan, slogan tersebut kerap ditemukan di gedung-gedung pemerintah, sekolah, jalan raya, uang logam, hingga berbagai acara olahraga di Argentina.

Bagi sebagian besar rakyat Argentina, Malvinas bukan hanya persoalan wilayah, tetapi juga menyangkut identitas nasional dan harga diri bangsa.

Mengapa Disebut Malvinas dan Falkland?

Perbedaan nama kepulauan itu sendiri mencerminkan perbedaan sudut pandang kedua negara. Argentina menyebut wilayah tersebut sebagai Islas Malvinas, sementara Inggris menyebutnya Falkland Islands.

Kepulauan yang berada sekitar 500 kilometer dari pesisir Argentina itu dihuni sekitar 3.500 penduduk. Sebagian besar penduduknya merupakan keturunan Inggris dan dalam referendum tahun 2013 memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania Raya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *