
loading…
Iran telah luncurkan serangan siber hingga tiga kali lipat terhadap Israel sejak perang pecah akhir Februari lalu. Foto/Cyber Defense Magazine
Direktur Jenderal Direktorat Siber Nasional Israel, Yossi Karadi, mengatakan kepada surat kabar Jerman; Die Welt, bahwa pada Juni 2025 selama operasi militer Israel melawan Iran, otoritas Israel mencatat sekitar 1.600 insiden siber yang bermusuhan.
Baca Juga: Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Menurutnya, pada bulan yang sama di tahun 2026, jumlahnya melonjak menjadi sekitar 4.800 insiden.
“Beberapa kelompok sangat terampil,” kata Karadi. “Kami dapat menanganinya, tetapi kami harus menanggapinya dengan serius. Tidak seperti di ranah kinetik, tidak ada gencatan senjata di dunia maya,” paparnya, yang dikutip The New Arab, Selasa (30/6/2026).
Karadi mengatakan serangan siber Iran ditujukan terhadap sistem yang digunakan oleh infrastruktur penting Israel, organisasi pusat, perusahaan kecil hingga menengah, dan masyarakat umum, dengan menyebutkan kantor hukum dan firma akuntansi sebagai beberapa perusahaan kecil yang terkena dampak.