Jurus China Singkirkan Mobik PHEV Eropa dari Pasar Otomotif



loading…

Mercedes-Benz. FOTO/ The Car

BEIJING – Pengetatan regulasi preferensial oleh China untuk PHEV dipandang berpotensi menyebabkan merek-merek Eropa menarik diri dari pasar mobil terbesar di dunia.

MenurutCarscoops, China memperketat kriteria kelayakan untuk kendaraan hibrida plug-in (PHEV), yang secara tidak langsung dapat mengecualikan model PHEV Eropa.

Secara spesifik, PHEV di Tiongkok dulunya memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif jika memiliki jangkauan listrik murni sejauh 43 km. Namun, sejak awal tahun ini, ambang batas ini telah meningkat menjadi 100 km.

MenurutCarscoops, ini mungkin menjadi alasan mengapa banyak model PHEV dari merek Tiongkok sekarang memiliki jangkauan listrik murni yang bahkan melampaui beberapa model listrik murni dari beberapa tahun yang lalu.

Sementara itu, PHEV dari merek-merek Barat seringkali menggunakan paket baterai yang lebih kecil, sehingga menghasilkan jarak tempuh listrik murni yang agak terbatas. Bahkan model yang paling “elit”, seperti Range Rover, hanya dapat mencapai jarak tempuh listrik murni maksimum 121 km, sebagaimana tercantum dalam siklus WLTP.

Saat ini, pasar menawarkan banyak model PHEV buatan Tiongkok dengan jangkauan listrik murni lebih dari 160 km per pengisian daya. Beberapa model bahkan dapat mencapai jangkauan berkali-kali lipat lebih besar dari itu dalam mode listrik murni.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *