Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback



loading…

Dorongan untuk lepas dari jerat Dolar AS, nyatanya bukan sekadar urusan gengsi politik, melainkan strategi bertahan hidup. Foto/Dok

JAKARTA – Selama beberapa dekade, Dolar Amerika Serikat (AS) telah menjadi raja yang tak tergoyahkan dalam sistem keuangan global. Mata uang AS menjadi jangkar perdagangan internasional, investasi lintas negara, hingga instrumen utama cadangan devisa di hampir seluruh bank sentral dunia.

Namun kini, sebuah poros kekuatan ekonomi baru yang tergabung dalam BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) secara terang-terangan mulai menabuh genderang perang ekonomi. Didorong oleh ambisi kedaulatan penuh, aliansi ini meluncurkan gerakan dedolarisasi massal untuk merombak tatanan finansial dunia.

Kekuatan BRICS tidak bisa dipandang sebelah mata, setelah mengalami perluasan dimana blok ekonomi negara berkembang itu kini terdiri dari 11 negara anggota penuh, yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, Iran, dan Indonesia.

Baca Juga: Tendang Dolar AS, Indonesia Bakal Terbitkan Panda Bond di China

Selain anggota penuh, BRICS juga menetapkan belasan negara mitra (seperti Kuba, Kazakhstan, dan Nigeria) untuk membangun kerja sama strategis di kawasan masing-masing.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *