
loading…
Kontroversi drama Korea Perfect Crown terus meluae. Foto: Kbizoom
Acara tersebut awalnya dijadwalkan pada 21–22 Mei di sekitar Desa Hanok Jeonju dan Desa Hanok Soyang Oseong. Kegiatan yang direncanakan termasuk tur lokasi syuting, komentar yang dipandu oleh pemandu, konser mini OST, pengalaman kerajinan tradisional, dan program bus pintar XR bertema serial tersebut.
Namun, yayasan tersebut menjelaskan: “Program ini direncanakan untuk menghubungkan arsitektur hanok Wanju dan sumber daya budaya dengan konten pariwisata, tetapi kami memutuskan untuk meninjau proyek ini dengan lebih cermat setelah mempertimbangkan berbagai pendapat yang disampaikan oleh publik,” ungkapnya seperti dikutip Kbizoom.
Baca Juga : Perfect Crown Banjir Kritikan, Adegan Penobatan Raja Disebut Lecehkan Sejarah Korea
Organisasi tersebut menambahkan bahwa proyek-proyek mendatang akan lebih menekankan pada keaslian sejarah dan kepekaan budaya.
Sejak tayang perdana pada 10 April, Perfect Crown tetap menjadi pusat kontroversi hingga episode terakhirnya pada 16 Mei.
Drama ini awalnya menuai kritik atas penampilan para aktor utama sebelum masalah tersebut meningkat menjadi tuduhan distorsi sejarah.
Salah satu adegan paling kontroversial muncul di Episode 11 selama upacara penobatan Lee An Daegun.