Tong Sampah Jadi Media Seni untuk Gaungkan Edukasi Lingkungan



loading…

Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi (FORKIS) melaksanakan kegiatan yang menggabungkan seni dan edukasi lingkungan. Foto/ist

JAKARTA – Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi (FORKIS) melaksanakan kegiatan yang menggabungkan seni dan edukasi lingkungan. Melalui lomba melukis tong sampah, kegiatan ini berhasil memadukan seni, edukasi, dan kampanye kebersihan lingkungan dalam satu acara yang menarik perhatian masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung pada 9 Mei 2026 di Pendopo DPRD Kota Cimahi dan diikuti sekitar 180 peserta dari berbagai kalangan usia. Dengan penuh antusias, para peserta menghias tong sampah menggunakan cat water-based ramah lingkungan yang nantinya akan ditempatkan di berbagai titik strategis Kota Cimahi sebagai fasilitas umum sekaligus ikon visual kota yang edukatif dan menarik.

Sejumlah pejabat pemerintah daerah pun turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya perwakilan Wali Kota Cimahi, Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Disbudparpora Kota Cimahi, Prokopim Kota Cimahi, DPKP Kota Cimahi, hingga Satpol PP Kota Cimahi.

Acara ini dapat terselenggara berkat kolaborasi Forum Komunikasi Pelukis (FORKIS) Kota Cimahi dan Propan Raya. Perusahaan cat asli Indonesia melalui produk unggulannya, Propan Go Fast mendukung kegiatan ini dengan menyediakan material cat untuk bisa diaplikasikan di tong sampah oleh masyarakat.

Ketua Pelaksana FORKIS, Endang, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Propan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bentuk nyata dukungan dunia industri terhadap gerakan kreatif yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. “Dukungan dari Propan Go Fast sangat berarti bagi kami untuk menghadirkan kegiatan kreatif yang sekaligus memiliki pesan edukasi lingkungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPKP Kota Cimahi, Sambas, berharap kegiatan seperti ini dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

“Kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi limbah, dan memilih produk yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *