
loading…
Potensi penutupan Selat Hormuz menimbulkan ancaman serius terhadap pasokan bahan bakar jet global. FOTO/AP
Melius Research menyebutkan, aliran jet fuel menghadapi kendala jauh lebih kompleks karena minimnya jalur alternatif distribusi.
“Bahan bakar penerbangan merupakan aliran yang paling terbatas, karena minyak mentah masih memiliki opsi rute lain sementara jet fuel hampir tidak memilikinya,” demikian analisis lembaga tersebut dikutip dari Investing.com, Rabu (4/5/2026).
Baca Juga: Iran Peringatkan Rute Pelayaran Baru AS Melalui Selat Hormuz Berbatu, Dangkal, dan Berisiko
Secara historis, sekitar 20 hingga 21 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap hari, dengan sekitar 3 juta barel di antaranya merupakan produk olahan, termasuk bahan bakar jet. Namun, distribusi avtur bergantung pada sistem pengolahan dan logistik yang jauh lebih spesifik dibandingkan minyak mentah.
Jet fuel harus diproduksi dari bahan baku tertentu di unit kilang khusus dan didistribusikan ke pusat-pusat utama seperti Amsterdam-Rotterdam-Antwerp (ARA), Singapura, dan kawasan Teluk. Saat ini, stok di sejumlah pusat tersebut dilaporkan berada di bawah rata-rata musiman.