
loading…
Teka-teki mengenai nasib kartel minyak paling berpengaruh di dunia, OPEC plus pasca-hengkangnya Uni Emirat Arab (UEA) mulai terjawab. Foto/Dok
Langkah ini diambil di tengah berkecamuknya perang AS-Israel melawan Iran yang melumpuhkan pasokan energi dari kawasan Teluk. Keputusan ini juga dipandang sebagai pernyataan sikap OPEC+ bahwa mereka tetap beroperasi seperti biasa meskipun kehilangan salah satu anggota terbesarnya.
Hengkangnya UEA pada 1 Mei lalu sempat memicu kekhawatiran akan runtuhnya dominasi OPEC plus. Namun, sumber internal yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa kenaikan kuota 188.000 bpd ini merupakan kelanjutan dari kebijakan bulan lalu (kenaikan 206.000 bpd), namun dikurangi jatah milik UEA.
Baca Juga: Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC
“Keputusan ini mengirimkan sinyal bahwa OPEC tetap solid dan mengambil pendekatan bisnis seperti biasa meskipun ada keputusan kedaulatan dari Abu Dhabi,” ujar salah satu sumber internal.