
loading…
Sepatu Ajaib Rahasia Sabastian Sawe Pecahkan Rekor Lari di London Marathon. Foto: SINDOnews/HO/Adidas
Dalam laporan uji coba, sepatu seharga £450 itu dicoba untuk lari 5 km di kawasan London. Hasilnya cukup mencolok. Sang pelari yang menargetkan waktu santai 19 menit 30 detik justru mampu finis di 18 menit 33 detik—bahkan merasa bisa menembus di bawah 18 menit jika sejak awal berlari maksimal.
Performa tersebut tak lepas dari desain ekstrem sepatu ini. Dengan bobot hanya sekitar 97 gram, sepatu ini jauh lebih ringan dibanding kebanyakan “supershoes” di pasaran. Teknologi busa LIGHTSTRIKE PRO EVO disebut memberi kombinasi bantalan dan dorongan balik (energy return) yang agresif, membuat langkah terasa lebih efisien.
Menariknya, Adidas tidak menggunakan pelat karbon penuh seperti rivalnya. Sebagai gantinya, mereka menyematkan “energy rim” berbahan serat karbon pada midsole. Pendekatan ini membuat sepatu tetap kaku untuk dorongan, tetapi jauh lebih ringan—memberi sensasi seperti “melayang” saat berlari.
Efeknya terasa sejak kilometer awal. Setelah membuka dengan pace 3:59/km, kecepatan meningkat drastis menjadi 3:41/km, lalu terus menanjak hingga 3:24/km di kilometer terakhir. Sensasi ringan dan responsif membuat pelari bahkan hampir “lupa” sedang memakai sepatu.