
loading…
AI di mobil akan menyetir perkembangan teknologi kendaraan di dunia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
China sudah menang di mobil listrik. Butuh 25 tahun. Sekarang mereka tidak mau menunggu selama itu lagi. Target berikutnya: AI di semua mobil.
Pemerintah China sudah memberi arah. Namanya: “AI Plus”. AI harus masuk ke semua sektor. Termasuk otomotif. Tujuannya jelas: lepas dari ketergantungan chip Amerika.
Sudah tidak ada lagi batas antara perusahaan mobil dan perusahaan teknologi. “Sudah tidak ada bedanya,” kata Stephen Ma dari Nissan China.
Kalimat itu sederhana. Tapi artinya dalam.
Xpeng sudah memulai. Mobilnya tidak perlu koordinat. Cukup bilang: “Parkir dekat pintu masuk mall.” Mobil akan cari sendiri.
Xiaomi lebih jauh lagi. Lewat HyperOS. Mobil bisa: pesan restoran, order kopi, mencatat aktivitas, bahkan membaca emosi pengemudi. Kalau Anda stres, mobil akan menenangkan Anda.
Konsep ini mengingatkan saya ke Honda NeuV (New Electric Urban Vehicle) saat meliput Tokyo Motor Show 2020 dulu. Saat itu Honda sudah punya konsep “emotion engine”. Lewat AI, mobil jadi teman pengemudi: tahu kapan marah, sedih, senang.
Kata Dan Hearsch dari AlixPartners: AI di mobil China dibuat agar “lebih mudah dikendarai, lebih mudah diajak berinteraksi,”.