
loading…
Seorang anak mengibarkan bendera Hizbullah di puing gedung yang diserang Israel di Lebanon. Foto/memo
Dalam wawancara dengan Agence France-Presse, Fadlallah mengatakan, “Kita akan meruntuhkan garis kuning ini melalui perlawanan, melalui penegasan kita atas hak sah kita untuk membela diri dan negara kita.”
Ia menambahkan, “Upaya tentara Israel membangun zona penyangga, dengan kedok garis depan, garis kuning, dan garis hijau—kita akan menghancurkan semua garis ini. Kita tidak akan menerima salah satu pun dari mereka, dan kita akan mencapai desa-desa kita di perbatasan yang diakui secara internasional, berapa pun pengorbanannya, berapa pun biayanya.”
“Tidak akan ada pelucutan senjata perlawanan, dan tidak seorang pun di Lebanon atau di luar negeri akan mampu melucuti senjatanya,” tambahnya.
Ia mengatakan, “Adalah kepentingan Presiden Republik untuk menarik diri dari jalur negosiasi langsung dengan Israel,” menambahkan Hizbullah menginginkan gencatan senjata berlanjut.