Koperasi Desa Merah Putih Diusulkan Terintegrasi dengan BUMDes



loading…

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Foto: Ist

JAKARTA – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diusulkan terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan sinergi tersebut, hasil produksi desa dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi sekaligus membuka peluang distribusi bagi produk BUMN maupun pelaku usaha lokal.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program KDMP agar tidak melenceng dari prinsip koperasi yang ideal.

Baca juga: Cara Daftar Koperasi Merah Putih, Simak Panduan Lengkapnya

Program prioritas tersebut saat ini tengah membuka sekitar 30 ribu posisi manajer untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Secara gagasan, KDMP memiliki kesamaan dengan pemikiran Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah Prabowo, yang menekankan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

Pendekatan itu bertujuan menyalurkan sumber daya ekonomi langsung kepada masyarakat. “Saya perhatikan bahwa Presiden Prabowo ini memang mempunyai pandangan sama seperti Pak Soemitro, ayah Pak Prabowo untuk mengalirkan dana kepada masyarakat melalui koperasi,” kata Huda, Jumat (17/4/2026).

Lantas, dia menyoroti pendekatan pelaksanaan program yang dinilai terlalu bersifat top-down. Model seperti itu kurang sesuai dengan prinsip dasar koperasi yang seharusnya tumbuh dari inisiatif dan partisipasi anggota.

Meski KDMP berpotensi memotong peran perantara (middleman) dan mendekatkan masyarakat ke pasar, konsep yang terlalu terpusat justru berisiko mengabaikan semangat kolektif dalam koperasi.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *