
loading…
Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I) Asip Irama menyebut penetapan empat tersangka penyiram aktivis KontraS bukti TNI tidak tebang pilih. Foto/istimewa
Penetapan tersangka ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap reformasi hukum di tubuh militer. Koordinasi lintas sektor dan keterbukaan informasi yang ditunjukkan Markas Besar (Mabes) TNI dianggap menjadi pembeda dalam penanganan kasus-kasus kekerasan yang melibatkan aparat belakangan ini.
Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I) Asip Irama, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Puspom TNI. Menurut Asip, langkah tegas ini membuktikan bahwa jargon TNI Bersama Rakyat bukan sekadar pemanis retorika, melainkan diwujudkan dalam supremasi hukum yang tidak pandang bulu.
Baca juga: 4 Oknum Prajurit Pelaku Penyiram ke Aktivis KontraS dari BAIS TNI, Matra AL dan AU
“Kami dari Himpunan Aktivis Milenial Indonesia mengapresiasi setinggi-tingginya tindakan cepat dan tegas Puspom TNI. Penetapan tersangka dari oknum internal ini menunjukkan adanya komitmen kuat dari Panglima TNI untuk membersihkan institusi dari individu-individu yang mencederai amanah rakyat,” ujar Asip, Kamis (19/3/2026).