Negara Tetangga Terapkan WFH demi Hemat BBM, Bahlil: Semua Alternatif Kita Pakai



loading…

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia angkat suara terkait kebijakan sejumlah negara tetangga yang mulai WFH demi menghemat BBM di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia angkat suara terkait kebijakan sejumlah negara tetangga yang mulai menerapkan work from home (WFH) demi menghemat BBM bagi aparatur sipil negara (ASN) di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi global.Beberapa negara seperti Filipina dan Thailand diketahui mulai mengurangi aktivitas kerja di kantor dan mendorong pegawai pemerintah bekerja dari rumah sebagai langkah penghematan BBM.

Ketegangan geopolitik tersebut memicu gangguan pada jalur perdagangan energi global setelah Selat Hormuz dilaporkan ditutup oleh Iran di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penutupan jalur strategis itu berpotensi menghambat distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Stok BBM Indonesia Cukup untuk 23 Hari, Bahlil: Nggak Perlu Panic Buying

“Di kita, lagi sedang kita melakukan excercise, semua alternatif-alternatif yang akan kita pakai untuk kebaikan negara kita. Sekaligus untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar,” kata Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Harga BBM Pertalite Tak Naik sampai Lebaran, Selanjutnya Tunggu Evaluasi

Meski demikian, Bahlil menegaskan, pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mengambil keputusan resmi terkait penerapan kebijakan WFH. Menurutnya, situasi global masih sangat dinamis sehingga pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario.

“Tapi belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil begini. Harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif,” ujarnya.

(akr)



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *