
loading…
Rudal CM-302 buatan China. Foto/military people
Laporan tersebut mengatakan negosiasi antara China dan Iran dimulai dua tahun lalu, tetapi telah meningkat sejak Juni 2025, ketika AS bergabung dengan perang Israel terhadap Iran untuk melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir.
Persenjataan yang sedang dibahas adalah rudal CM-302 dengan jangkauan sekitar 290 kilometer dan kemampuan menghindari pertahanan kapal.
Pemerintahan Trump telah melakukan peningkatan besar-besaran pasukan AS di kawasan tersebut bahkan ketika terus bernegosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya. Mereka telah mengirimkan kapal perang ke Timur Tengah sebagai bagian dari peningkatan tersebut.
Grup serang kapal induk USS Abraham Lincoln sudah beroperasi di Laut Arab. Sementara itu, USS Gerald Ford berada di Mediterania Timur.
Middle East Eye adalah yang pertama mengungkapkan Iran dan China memperdalam hubungan pertahanan mereka setelah serangan AS.
MEE mengungkapkan pada Juni 2025 bahwa Iran telah membeli baterai rudal permukaan-ke-udara China untuk tujuan pertahanan.
Dua pejabat Arab tidak menyebutkan berapa banyak rudal permukaan-ke-udara yang diterima Iran saat itu dari China. Namun, salah satu pejabat Arab mengatakan Iran membayar rudal tersebut dengan pengiriman minyak.
China adalah importir minyak Iran terbesar, dan Badan Informasi Energi AS dalam laporan pada bulan Mei menyatakan hampir 90% ekspor minyak mentah dan kondensat Iran mengalir ke Beijing.