
loading…
Mantan kepala Mossad, Tamir Pardo. Foto/memo
TEL AVIV – Mantan kepala Mossad, Tamir Pardo, mengkritik keras tindakan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Dia menyamakan serangan baru-baru ini oleh penjajah Zionis dengan Holocaust. Dia mengatakan bahwa ia merasa “malu menjadi Yahudi.”
Pardo mengutuk meningkatnya kekerasan oleh penjajah Israel terhadap warga Palestina, menyebutnya sebagai “ancaman eksistensial” bagi negara, lapor Times of Israel.
“Ibu saya adalah penyintas Holocaust, dan apa yang saya lihat mengingatkan saya pada peristiwa yang terjadi terhadap orang Yahudi di abad lalu,” ujar Pardo selama kunjungan ke desa-desa Palestina yang telah diserang dalam beberapa bulan terakhir.
Dia menegaskan, “Apa yang saya lihat hari ini membuat saya merasa malu menjadi Yahudi.”
Pardo menyampaikan komentar tersebut kepada Channel 13 saat mengunjungi daerah tersebut bersama mantan pejabat militer senior, termasuk Matan Vilnai dan Amram Mitzna.