
loading…
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu Presiden Trump mempertahankan tuntutannya untuk Greenland, dan dalam sebuah wawancara dengan NBC News, ia tidak mengungkapkan apakah ia akan mengerahkan militer untuk pulau tersebut.
“Kekhawatiran akan intervensi militer AS meningkat pada bulan Januari setelah Washington melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Trump kini menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana presiden AS kemungkinan akan bertemu dengan beberapa pemimpin Eropa,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Selama akhir pekan, kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui meningkat setelah Trump mengatakan dia akan mengenakan bea tambahan 10% mulai 1 Februari pada barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai.
Baca Juga: Ringgit Mata Uang Paling Kuat di Asia, Rupiah 3 Terlemah