
loading…
Anies Baswedan membagikan momen temu alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto/Tangkapan layar Instagram @aniesbaswedan
Dikutip dari akun Instagram @aniesbaswedan, Anies menulis bahwa sejak Dewan Mahasiswa dibubarkan pada tahun 1978 oleh rezim Orde Baru, kampus tidak lagi memiliki organisasi dan kepemimpinan mahasiswa level universitas.
Menurut Anies yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UGM ini, organisasi dan kepemimpinan mahasiswa hanya boleh di level fakultas berbentuk Badan Perwakilan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa. Di level universitas hanya boleh berbasis peminatan, bentuknya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Tahun 1989, kata Anies, Mendikbud Fuad Hassan mengeluarkan kebijakan baru menghidupkan kembali organisasi kemahasiswaan melalui SK Mendikbud Nomor 457. Kala itu, mahasiswa terbelah: menolak dan menerima.
Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan BEM UGM Tolak Undangan Istana
“UGM di bawah kepemimpinan Rektor Prof Koesnadi Hardjasoemantri dan Rektor Prof Moch Adnan, bersama pimpinan lembaga mahasiwa fakultas menyambut peluang itu dan mulai mewujudkannya dengan membentuk Senat Mahasiswa UGM di tahun 1991. Senat Mahasiswa tahun 1991 ini bertransformasi menjadi BE-SM hingga menjadi BEM di tahun 1993,” tulis Anies.
Menurut Anies, konsep SMPT pada awalnya dicurigai sebagai organisasi bentukan rezim Orde Baru. Namun, Rektor UGM bersama pimpinan lembaga mahasiswa fakultas se-UGM saat itu memandangnya sebagai peluang.