
loading…
Mendagri Tito Karnavian meminta pemda membenahi tata kelola keuangan daerah guna mengejar target realisasi APBD menjelang akhir tahun. Foto/SindoNews
Hal tersebut disampaikan Mendagri Tito saat memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 bersama seluruh kepala daerah yang digelar secara virtual dari Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 24 Desember 2025.
Tito menjelaskan, belanja pemerintah daerah yang tinggi akan meningkatkan peredaran uang di masyarakat sehingga mendorong daya beli dan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga, merupakan salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, belanja pemerintah daerah juga berperan sebagai stimulus bagi sektor swasta agar tetap bergerak dan produktif.
Baca juga: 548 Instansi Pemerintah Berpatisipasi dalam Pengukuran Kualitas Kebijakan, 39 Persen Sudah Masuk Kategori Baik
Berdasarkan data per 30 November 2025, total realisasi pendapatan provinsi, kabupaten, dan kota tercatat mencapai Rp1.200 triliun atau 88,35 persen. Sementara itu, total realisasi belanja daerah mencapai Rp1.082 triliun atau 75,43 persen.
Tito berharap angka tersebut terus meningkat hingga akhir tahun anggaran, mengingat pada 31 Desember 2024 lalu capaian total realisasi pendapatan seluruh daerah mencapai Rp1.367 triliun atau 97,29%, dengan realisasi belanja sebesar Rp1.365 triliun atau 91,72%. “Mudah-mudahan di akhir Desember nanti angkanya lebih baik lagi dan lebih tinggi,” ujar Mendagri.