UEA Hengkang dari OPEC, Harga Minyak Dunia Tembus USD115 per Barel



loading…

Harga minyak mentah melesat pada perdagangan hari ini terdampak UEA keluar dari OPEC dan blokade laut AS. FOTO/iStock

LONDON – Harga minyak mentah melesat pada perdagangan Rabu, dengan Brent kontrak pengiriman Juni naik 3,5% ke USD115,13 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3,7% menjadi USD103,69 per barel. Reli tersebut merupakan sesi kenaikan kedelapan berturut-turut dan telah mengerek harga minyak lebih dari 49% sejak operasi gabungan AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari lalu.

Kenaikan harga ditopang oleh blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang memasuki bulan kedua, serta langkah balasan Iran menutup Selat Hormuz bagi pelayaran asing. Iran mengusulkan pembukaan kembali jalur air strategis itu dengan syarat AS mencabut blokade dan menghentikan permusuhan, namun Presiden Trump menolak usulan tersebut akhir pekan lalu. Kegagalan negosiasi ini membuat Iran kembali mengajukan proposal revisi kepada Pakistan pada Minggu (27/4).

Di tengah kebuntuan diplomasi, Citigroup menaikkan proyeksi harga Brent untuk kuartal II-2026 menjadi USD110 per barel. Dalam skenario terburuk dengan kemungkinan 30 persen harga dapat mencapai rata-rata USD130 pada kuartal II dan III jika gangguan berlanjut hingga Juni, bahkan berpotensi menyentuh USD150 per barel.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz: Arena Baru AS-China Rebutan Energi Masa Depan

Dari sisi pasokan, kejutan datang dari Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (28/4) mengumumkan hengkang dari OPEC dan aliansi OPEC+ efektif 1 Mei, mengakhiri keanggotaan hampir 60 tahun di kartel minyak tersebut. UEA, produsen terbesar ketiga OPEC dengan kapasitas 3,2 juta barel per hari (bph) mengatakan keputusan ini mencerminkan visi strategis ekonomi jangka panjang dan profil energi yang terus berkembang.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *