Pasar Menghukum Ferrari: Saham Anjlok Gara-Gara Luce


loading…

Mobil listrik murni pertama Ferrari memicu badai kritik dan menjatuhkan harga saham, membuktikan transisi energi di pasar supercar tidak seindah bayangan. Foto: Ferrari

ITALIA – Selasa lalu, saham Ferrari anjlok 8 persen di bursa Milan. Di bursa Amerika, turun 5,3 persen. Dalam setahun terakhir, sahamnya sudah merosot lebih dari 32 persen. Nilai perusahaan yang awalnya memegang kapitalisasi 56 miliar Euro pun goyah.

Gara-garanya satu: Luce.

Itulah nama mobil listrik (EV) murni pertama Ferrari. Artinya: cahaya. Sayang, sinarnya justru membakar portofolio para investor.

Luce memicu kontroversi luar biasa. Bentuknya dinilai terlalu jauh dari tradisi luhur Maranello.

Lihat saja desainnya. Terlalu rasional. Cenderung aneh. Yang merancang adalah LoveFrom. Itu studio desain milik Jony Ive. Ya, mantan bos desain Apple yang melahirkan wujud iPhone dan MacBook itu.

Pasar Menghukum Ferrari: Saham Anjlok Gara-Gara Luce

Luce adalah Ferrari pertama yang punya lima kursi. Dan baru model kedua yang berpintu empat, setelah SUV Purosangue (2022). Fokusnya jelas: keluarga superkaya, bukan lagi petrolhead penggila lintasan balap.

Harganya? Ampun. Mulai 550.000 Euro. Atau setara USD 640.000. Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 17.800 per dolar, harganya menyentuh Rp 11.392.000.000. Hampir Rp11,4 miliar.

Spesifikasinya sebenarnya garang. Baterainya raksasa: 122 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 530 km. Kecepatannya mengerikan: akselerasi 0-100 km/jam tuntas dalam 2,5 detik. Top speed-nya menembus 310 km/jam.

Sebagai penghibur lara bagi loyalis mesin bensin, Ferrari memasang speaker di dalam dan luar mobil.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *