
loading…
Laporan finansial terbaru Toyota mengungkap besarnya beban biaya operasional akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap rantai pasok global. Foto: Reuters
JAKARTA – Toyota memprediksi kerugian sebesar Rp73,1 triliun (USD4,3 miliar) pada tahun fiskal ini akibat dampak perang Iran.
Penurunan laba operasional kuartalan yang mencapai hampir 50% menunjukkan betapa beratnya tekanan biaya yang harus dihadapi produsen otomotif terbesar di dunia ini.
Meski permintaan terhadap kendaraan hibrida melonjak, kenaikan biaya material dan energi akibat perang menjadi penghambat utama pertumbuhan laba perusahaan.
Kerugian Finansial Toyota 2026
Konflik di Timur Tengah memberikan tekanan ganda pada struktur biaya Toyota melalui peningkatan biaya logistik dan material produksi.
Toyota merinci proyeksi dampak finansial sebesar Rp73,1 triliun (670 miliar yen) sebagai berikut: