
loading…
Mudryk sebenarnya sudah tidak tampil sejak Desember 2025 setelah dinyatakan positif mengandung meldonium, zat yang dikenal mampu meningkatkan suplai oksigen dalam tubuh. Sejak saat itu, ia bukan hanya absen di pertandingan, tetapi juga dilarang berlatih bersama skuad Chelsea.
Pemain asal Ukraina tersebut berkali-kali menegaskan tidak pernah secara sengaja mengonsumsi zat terlarang. Ia juga disebut aktif bekerja sama dengan pihak klub guna menelusuri penyebab kasus ini. Meski begitu, hasil penyelidikan FA tetap berujung pada hukuman berat.
Dengan sanksi ini, Mudryk baru bisa kembali bermain pada 2030. Kondisi tersebut jelas mengancam kelangsungan kariernya, sekaligus merugikan Chelsea yang kehilangan opsi di lini serang. Bahkan, manajemen klub dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat, meski masih berlaku hingga 2031.
Imbas lain juga dirasakan Shakhtar Donetsk, yang terancam gagal mendapatkan tambahan bonus transfer dengan nilai signifikan.
Merasa dirugikan, Mudryk berencana membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Ia berharap keputusan tersebut dapat ditinjau ulang dan namanya dipulihkan.
Sejak terakhir kali tampil, Chelsea sendiri telah mengalami perubahan di kursi pelatih, mulai dari Enzo Maresca hingga Liam Rosenior. Sepanjang kariernya bersama The Blues, Mudryk telah mencatatkan 73 penampilan dengan kontribusi 10 gol dan 11 assist.
(sto)